Bebas Macet

Stress Free Driving in Jakarta

Hindra irawan

Lagi lagi riset mengatasi kemacetan lalu lintas dari semut

Lagi lagi muncul berita bahwa semut sebenarnya sudah menggunakan taktik berlalu lintas yang dapat membantu mengurangi kemacetan.

Menurut artikel di Auto Blog, jika semut yang lebih cepat mengantri di belakang semut yang lebih perlahan, maka kecepatan keseluruhan koloni semut lebih baik daripada jika semut yang lebih cepat mencoba untuk saling mendahului semut semut yang lebih lambat.

Wahai manusia, belajarlah dari semut...

Share 

Comment

You need to be a member of Bebas Macet to add comments!

Join this Ning Network

AGOZ Comment by AGOZ on February 16, 2009 at 1:24pm
Dear Andre,
Dalam banyak hal memang benar, pelajaran yang bisa kita ambil dari semut akan sangat bermanfaat, salah satunya adalah tata krama dan sopan santun berlalu lintas. Namun yang sangat menyedihkan pada kenyataannya pada saat ini, tidak ada yang berpikir untuk kelancaran dan kecepatan secara keseluruhan dari para pengendara, yang ada hanyalah ego pribadi yang sering dibarengi dengan"arogansi" berkendaraan yang sepertinya tidak ada aturan lalu lintas saja. Bukti sehari-hari yang sering kita lihat antara lain :
1) Dalam traffic light yang menunjukkan pengendara harus berhenti (lampu merah) sebelum garis batas yang ditentukan (zebra cross), ternyata, khususnya para pengendara sepeda motor, selalu berhenti melampaui garis batas tersebut, dimana Polantas pun tidak bisa berbuat banyak.
2) Bus way yang diperuntukkan untuk Trans Jaya, Bus khusus bagi Bus way, ternyata seringkali digunakan oleh pengendara roda dua empat ataupun bus lainnya yang bukan Trans jaya. Dalam hal ini pun Polantas sulit untuk mengendalikan mereka, bahkan dalam keadaan tertentu (mungkin untuk kepraktisan dan situasional) Polantas mempersilakan untuk lewat bus way kepada para pengendara roda dua dan empat.
3) Di jalan tol saja, bagaimana pengendara roda empat dengan tanpa malu-malu menyerobot baik dari kiri maupun kanan masuk ke antrian gerbang tol tanpa sama sekali memperhatikan etika, moral dan sopan santun berlalu lintas, bahkan memaksakan adakalanya memaksakan "power"nya untuk terus menyerobot walaupun yang diserobot juga tidak mau mengalah (mungkin untuk berikan pelajaran pada penyerobot tersebut).
Ditengah-tengah kegalauan lalu lintas kita yang sementara orang mengatakannya juga sebagai salah satu pencerminan kehidupan sehar-hari kita, tidak jarang Polantas dengan sigap, serta merta dan tanpa ragu ataupun canggung sama sekali yang lari dan membantu mendorong mobil yang mogok. Kita perlu acungkan jempol pada Polisi yang demikian, Bravo!

Sekali lagi seandainya kita dapat menyadari filsafat berlalu lintas dari para semut, maka diperkirakan kemacetan lalu lintas akan jauh berkurang.

Salam,
Goz.
Hindra irawan Comment by Hindra irawan on February 8, 2009 at 10:07pm
Andre,
Sebenarnya saya juga mengalamin sih. Memang secara individu, memang ngantri di belakang truk yang lambat dengan muatan berat sangat tidak nyaman. Apalagi kalau tahu di depan truk tersebut jalannya kosong. Tetapi kalau melanjut dari observasi Andre, memang kalau kita menyusul (katakan, hanya tersedia satu jalur utama, dan satu jalur darurat), dari jalur darurat dimana jalur utama ada hambatan, di titik perpindahan jalur dari utama ke darurat dan sebaliknya, tentunya ada "point of uncertainty" dimana salah satu akan melambat karena ingin berhati hati. Dan kita bisa lihat juga dari video yang sebelumnya di post oleh Dien, jika kita melambat apa jadinya pada antrean mobil.
Andre Siregar Comment by Andre Siregar on February 8, 2009 at 9:57pm
Menarik. Jadi orang-orang yang masuk ke bahu jalan untuk menyusul, lalu masuk lagi ke lajur, sebenarnya memperlambat majunya lalu lintas (reducing flow of traffic). Kalau ditarik lagi logikanya, kalau jalan 2 lajur dijadikan 3 atau 4 (karena mobil maksa untuk berdempet-dempet), ini juga bisa mengakibatkan traffic lebih lambat, karena semua orang jadi terpaksa jalan lebih pelan dan hati-hati.

Sponsors

Tahu Letak Kemacetan di Jkt


Radio Referensi Saat Berkendara

Suara Metro 107.8FM: Radio Referensi Saat Berkendara
www.suarametrofm.com

Badge

Loading…

© 2009   Created by Dien Kwik on Ning.   Create a Ning Network!

Badges  |  Report an Issue  |  Privacy  |  Terms of Service

Sign in to chat!